IAWNews.com — Semangat kebersamaan lintas angkatan mengalir hangat di kalangan alumni SMPN 146 Jakarta Timur. Mereka resmi membentuk LINTAS GENERASI ALUMNI SMPN 146 JAK-TIM, sebuah wadah silaturahmi yang menyatukan alumni dari berbagai tahun kelulusan, dengan Hj. Fenny Nabila dipercaya sebagai ketua.
Komunitas ini hadir bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga sebagai ruang memperkuat ukhuwah islamiah, berbagi pengalaman hidup, hingga saling menguatkan antaralumni. Di era serba digital dan individual, kehadiran komunitas ini menjadi oase yang menghadirkan kembali nilai kebersamaan.

“Melalui Lintas Generasi Alumni SMPN 146 Jak-Tim, kami ingin menjadikan reuni bukan hanya nostalgia, tapi juga sarana mempererat ukhuwah dan saling berbagi ilmu serta pengalaman,” kata Hj. Fenny Nabila.
Salah satu penggagas, Mansur, menilai wadah lintas angkatan ini sangat penting untuk membuka jejaring yang lebih luas. Menurutnya, alumni SMPN 146 berasal dari rentang tahun yang panjang, mulai dari angkatan 1982 hingga 2025, dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam.
“Kita jadi saling mengenal antarangkatan. Dari yang senior sampai generasi muda, semua bisa saling belajar. Ini juga bagian dari mempersiapkan generasi muda agar siap tampil dan berkontribusi ke depan,” ujar Mansur.
Tak hanya fokus pada silaturahmi internal, komunitas ini juga membawa misi sosial. Ke depan, LINTAS GENERASI ALUMNI SMPN 146 JAK-TIM berencana menggelar berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat sekitar, seperti bantuan bagi anak yatim piatu, dhuafa, orang tua jompo, hingga alumni yang membutuhkan.

“Termasuk dari alumni sendiri, kalau ada yang perlu dibantu, itu menjadi perhatian kami,” imbuh Mansur.
Sementara itu, H. Sobur berharap komunitas ini dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni tanpa sekat angkatan. Sebuah ruang untuk berkumpul, berbagi cerita, memperluas jejaring, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Dengan semangat lintas generasi, alumni SMPN 146 Jakarta Timur membuktikan bahwa hubungan sekolah tak berhenti di bangku kelas, melainkan terus hidup dalam kebersamaan dan aksi nyata bagi sesama. (msr)

