IAWNews.com – Pemerintah Maroko menerapkan pendekatan kebijakan terpadu dalam menangani dampak banjir besar yang melanda wilayah utara dan barat kerajaan. Bencana yang dipicu curah hujan ekstrem selama dua bulan terakhir ini tidak hanya dipandang sebagai krisis sementara, tetapi juga sebagai ujian terhadap ketahanan lingkungan dan tata kelola penanggulangan bencana nasional.
Respons pemerintah dirancang berlapis, dimulai dari bantuan darurat hingga rehabilitasi jangka menengah. Penyaluran bantuan finansial langsung kepada keluarga terdampak menjadi langkah awal untuk memastikan stabilitas sosial, sembari menunggu proses penilaian kerusakan yang dilakukan komisi khusus di lapangan. Mekanisme verifikasi digital diterapkan untuk meningkatkan akurasi data dan efisiensi distribusi.
Dalam kerangka kebijakan publik, rehabilitasi perumahan dan usaha kecil diposisikan sebagai upaya pemulihan aset produktif masyarakat. Bantuan rekonstruksi bagi rumah yang roboh menunjukkan pergeseran pendekatan dari sekadar tanggap darurat menuju pembangunan kembali yang lebih terencana dan berkelanjutan.
Aspek lingkungan juga menjadi perhatian penting. Dukungan terhadap sektor pertanian, melalui program tanam musim semi dan subsidi input produksi, tidak hanya bertujuan memulihkan hasil panen, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pedesaan yang terdampak banjir. Stabilitas produksi pangan dinilai krusial untuk mencegah tekanan lanjutan terhadap ekonomi dan sosial masyarakat.
Evakuasi dan pemindahan warga dari zona rawan dilakukan sebagai bagian dari manajemen risiko bencana, sekaligus menjadi dasar evaluasi tata ruang dan mitigasi ke depan. Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan jiwa menjadi prioritas utama, sementara pemulihan ekonomi dan sosial berjalan paralel.
Melalui kebijakan yang terkoordinasi lintas sektor keuangan, perumahan, pertanian, dan logistik pemerintah berupaya memperkuat ketahanan nasional menghadapi bencana hidrometeorologi. Langkah ini menandai komitmen untuk tidak hanya memulihkan kondisi pascabanjir, tetapi juga membangun sistem yang lebih siap menghadapi risiko serupa di masa depan. (persija/red)

