IAWNews.com — Musyawarah Daerah (Musda) 2026 Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta menetapkan Husni Kamil sebagai Ketua IKAPI DKI Jakarta periode 2026–2031. Ia terpilih setelah meraih dukungan mayoritas anggota dalam pemungutan suara yang berlangsung demokratis dan kondusif (28/01/2025).
Pemilihan ketua diikuti oleh dua kandidat dengan total 50 pemilik hak suara. Dari jumlah tersebut, 48 pemilik suara hadir dan menggunakan hak pilih. Husni Kamil unggul jauh dengan perolehan 41 suara, sementara kandidat lainnya, Polmas Sihombing, memperoleh 6 suara, dan 1 suara dinyatakan tidak sah.
Dalam keterangannya usai pemilihan, Husni Kamil menilai Musda IKAPI DKI Jakarta 2026 berjalan dengan baik dan mencerminkan kesiapan organisasi dalam melakukan regenerasi kepemimpinan.
“Persiapan Musda sudah dilakukan dengan matang, termasuk laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya yang menunjukkan banyak kegiatan positif dan berdampak bagi anggota serta dunia perbukuan,” kata Husni Kamil.
Ditegaskan oleh Husni Kamil, kepemimpinannya ke depan akan berfokus pada keberlanjutan program serta penyempurnaan berbagai agenda strategis yang telah dirintis oleh pengurus sebelumnya.
“Periode ini bukan memulai dari nol, tapi melanjutkan. Apa yang sudah baik akan diteruskan, sementara kekurangannya akan kita perbaiki bersama anggota agar IKAPI DKI Jakarta semakin bermanfaat,” ujar Husni Kamil.
Selain itu Husni Kamil juga menaruh perhatian besar pada penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta perlu diperluas dan dibuat lebih berkesinambungan.

“Selama ini kerja sama sudah ada, ke depan akan kita perkuat agar tidak bersifat satu kali, tapi saling mendukung dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutur Husni Kamil.
Terkait kemenangan telak yang diraihnya, Husni Kamil menilai hal tersebut sebagai bentuk kepercayaan anggota terhadap rekam jejak dan kerja nyata yang telah ia lakukan di IKAPI. “Apa yang saya sampaikan dalam visi dan misi merupakan refleksi dari apa yang telah saya kerjakan. Alhamdulillah, anggota mempercayakan amanah ini kepada saya,” katanya.
Dalam waktu dekat, Husni Kamil menyebutkan sejumlah agenda prioritas yang akan segera dijalankan. Salah satunya adalah pembentukan kepanitiaan Islamic Book Fair sebagai program utama IKAPI DKI Jakarta.
“Di bulan pertama, kami akan fokus pada persiapan Islamic Book Fair, roadshow ke pesantren, serta audiensi dengan Disparekraf, Dispusip, dan perbankan untuk menindaklanjuti kerja sama,” jelas Husni Kamil.

Selain program, Husni Kamil juga menyoroti pekerjaan rumah IKAPI DKI Jakarta terkait pemahaman hak kekayaan intelektual (HAKI) dan perpajakan di industri penerbitan. “Masih ada informasi yang belum sepenuhnya jelas bagi penerbit. IKAPI akan memfasilitasi diskusi dan pelatihan agar anggota lebih paham soal HAKI dan pajak serta bisa mengikuti regulasi dengan baik,” ujarnya.
Husni Kamil berharap, pada periode 2026–2031, partisipasi anggota IKAPI DKI Jakarta dalam berbagai kegiatan organisasi semakin meningkat. “Kita ingin bersama-sama menguatkan penerbit agar bisa bertahan dan berkembang, sekaligus berkontribusi nyata bagi dunia perbukuan dan literasi,” pungkasnya. (sty/tcs)

