IAWNews.com – Transformasi sektor energi di Kalimantan Timur mulai memasuki babak baru. Pemerintah provinsi membuka peluang investasi energi hijau yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp150 triliun dalam beberapa dekade mendatang, sebuah langkah strategis yang tidak hanya mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga membangun fondasi ekonomi masa depan berbasis energi bersih.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur dalam momentum pengukuhan pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kalimantan Timur pada Selasa (10/3/2026). Pemerintah daerah menilai pembangunan IKN menjadi peluang penting untuk mentransformasi struktur ekonomi energi di daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat produksi energi fosil nasional.
Selama bertahun-tahun, Kalimantan Timur identik dengan industri batu bara dan minyak. Namun, perubahan arah ekonomi global menuju sistem rendah karbon mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan sebagai sumber pertumbuhan baru.
Melalui perusahaan daerah energi, pemerintah provinsi kini memetakan sejumlah proyek strategis yang terbuka bagi investor nasional maupun internasional. Proyek tersebut meliputi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya skala besar, pengembangan biomassa berbasis limbah perkebunan, produksi biometana, hingga proyek waste-to-energy yang mengubah sampah perkotaan menjadi energi listrik.
Selain itu, potensi pembangkit listrik tenaga air skala kecil dan menengah di wilayah pedalaman juga tengah dikaji sebagai bagian dari penguatan sistem energi regional sekaligus pemerataan pembangunan.
Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Maret Samuel Sueken, menilai langkah tersebut merupakan strategi ekonomi jangka panjang yang sangat relevan dengan agenda pembangunan IKN.
Menurut Maret Samuel Sueken, investasi energi hijau di Kalimantan Timur bukan hanya proyek sektor energi semata, melainkan fondasi bagi lahirnya ekosistem ekonomi baru.
“Pengembangan energi hijau akan membuka rantai nilai baru, mulai dari industri teknologi energi, manufaktur komponen, hingga sektor jasa dan riset. Ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah penyangga IKN,” kata Maret Samuel Sueken.
Selain itu Maret Samuel Sueken juga menilai posisi strategis Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga IKN memberikan daya tarik investasi yang kuat. Kebutuhan energi yang terus meningkat seiring pembangunan kota baru dan berkembangnya kawasan industri dipastikan menciptakan pasar energi yang stabil dalam jangka panjang.
Selain mendukung ketahanan energi daerah, proyek-proyek ini juga dinilai berpotensi memperluas lapangan kerja, meningkatkan investasi infrastruktur, serta mempercepat diversifikasi ekonomi daerah yang selama ini bergantung pada komoditas energi fosil.
Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah serta komitmen pemerintah daerah terhadap investasi berkelanjutan, Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat pengembangan energi hijau nasional.
Jika realisasi investasi Rp150 triliun tersebut berjalan bertahap dalam beberapa dekade ke depan, dampaknya diperkirakan tidak hanya memperkuat ekonomi regional, tetapi juga membantu Indonesia mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Bagi Maret Samuel Sueken, transformasi ini akan menjadi penanda perubahan identitas Kalimantan Timur dari daerah penghasil energi fosil menjadi motor penggerak energi masa depan Indonesia. (cahyo)

