IAWNews.com — Di tengah tekanan ekonomi yang kian dirasakan masyarakat akibat bencana alam, kepedulian sosial menjadi elemen penting dalam menjaga ketahanan warga. Ikatan Pemuda Indonesia (IPI) Kabupaten Bekasi menunjukkan komitmen tersebut dengan menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kampung Balong Ampel RT 02/RW 06, Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang, Jumat (24/1/2026).
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua DPC IPI Kabupaten Bekasi, H. Sutisna H. NS, yang akrab disapa Bang Krisna, bersama jajaran pengurus, di antaranya Sekretaris IPI Julham Harahap, SE, serta Aru Diba Al Hafidz. Kehadiran pengurus IPI di lokasi banjir menjadi simbol solidaritas pemuda terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Disampaikan oleh Bang Krisna bahwa aksi sosial ini berangkat dari keprihatinan atas kondisi warga yang harus menghadapi dampak banjir di tengah tantangan ekonomi sehari-hari. Menurutnya, bencana tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kesehatan, tetapi juga pada daya beli dan aktivitas ekonomi keluarga.

“Kami Ikatan Pemuda Indonesia Kabupaten Bekasi terketuk melihat saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir di beberapa wilayah. Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai sesama manusia,” kata H. Sutisna H. NS,
Dalam kegiatan tersebut, IPI Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa mie instan, roti, dan air mineral, yang dinilai sangat dibutuhkan warga untuk memenuhi kebutuhan harian pasca-banjir. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga korban, terutama bagi warga yang aktivitas ekonominya terganggu akibat bencana.
Lebih lanjut, Bang Krisna menegaskan bahwa peran organisasi kemasyarakatan tidak hanya sebatas aktivitas struktural, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat saat dibutuhkan.
“Kami menyadari bantuan ini mungkin tidak besar, namun kami berharap dapat membantu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat korban banjir,” imbuh Bang Krisna.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan IPI Kabupaten Bekasi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya gaya hidup berbasis solidaritas sosial, di mana kepedulian, gotong royong, dan empati menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban dan semi-rural seperti Kabupaten Bekasi.
Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, diharapkan pemulihan pasca-banjir dapat berjalan lebih cepat, serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga di wilayah terdampak. (tim/red)

