IAWNews.com — Mengawali tahun 2026, Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Metro Jaya menggelar pelatihan peningkatan kesejahteraan psikologis bagi guru TK dan PAUD. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kesehatan mental pendidik anak usia dini yang dinilai memiliki peran krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pelatihan berlangsung di WTC Mangga Dua, Jakarta, Jumat (2/1/2026), dan diikuti oleh guru serta tenaga kependidikan dari Molome Dalome Early Childhood Learning Centre. Para peserta mendapatkan pembekalan materi sekaligus praktik penguatan psikologis yang bertujuan membantu guru menjaga stabilitas emosi, mengelola stres, serta membangun relasi yang sehat dengan peserta didik.
Ditegaskan oleh Kepala Bagian Psikologi Ro SDM Polda Metro Jaya, AKBP IBG Adi Putra Yadnya, M.Psi., bahwa kualitas generasi masa depan sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis orang dewasa yang berada di sekitar anak, terutama guru. Menurutnya, lingkungan emosional yang sehat di sekolah akan membentuk rasa aman dan kenyamanan anak dalam belajar.

“Anak tidak hanya menyerap materi pelajaran, tetapi juga merasakan suasana emosional yang hadir setiap hari. Guru yang sehat secara mental akan mampu menumbuhkan empati, rasa aman, dan keteladanan yang menjadi dasar pembentukan karakter anak,” kata AKBP IBG Adi Putra Yadnya, M.Psi.
Sementara itu, School Director Molome Dalome Early Childhood Learning Centre, Greta Vidya Paramita, M.Psi., menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, kesejahteraan psikologis guru harus menjadi perhatian bersama karena guru adalah figur terdekat yang membangun kepercayaan diri dan ketahanan emosional anak.
“Guru yang merasa aman dan sejahtera secara psikologis akan lebih hadir secara utuh bagi anak. Ini berdampak langsung pada kualitas interaksi, proses belajar, dan perkembangan mental anak,” jelas Greta Vidya Paramita, M.Psi.
Melalui pelatihan ini, Polda Metro Jaya menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam penguatan kesehatan mental, khususnya melalui sektor pendidikan anak usia dini. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat secara psikologis sejak usia dini. (gsb)

