IAWNews.com – Setiap Ramadan selalu melahirkan ritual-ritual kecil yang akrab: sahur setengah mengantuk, menunggu azan magrib dengan segelas air putih, hingga meja buka puasa yang sederhana tapi penuh cerita. Dari potongan keseharian itulah Sigit Wardana merangkai single terbarunya, “Ramadan Raya”, yang dirilis Februari 2026.
Lewat lagu ini, Sigit Wardana tidak menempatkan Ramadan sebagai ruang yang hening dan serius semata, melainkan sebagai bulan yang hidup, ramai, hangat, dan penuh rasa syukur. “Ramadan Raya” menjadi cara Sigit menerjemahkan pengalaman kolektif umat Muslim Indonesia ke dalam bahasa pop yang ringan dan mudah dinikmati.

“Ramadan Raya” ditulis langsung oleh Sigit Wardana dengan pendekatan yang jujur dan membumi. Liriknya tidak berusaha menjadi agung, justru sebaliknya membicarakan sahur bersama keluarga, rasa lapar yang datang menggoda, dan kebahagiaan sederhana saat berbuka.
Penggalan demi penggalan lirik terasa seperti potret keseharian yang akrab di telinga banyak orang. Ramadan digambarkan sebagai bulan penuh cinta, pesta kebaikan, dan waktu terbaik untuk berbagi, bukan hanya materi, tapi juga perhatian dan kebersamaan.
“Saya ingin semua orang yang dengar bisa ikut ngerasa happy. Puasa itu ibadah, tapi juga penuh kebahagiaan,” kata Sigit Wardana tentang pesan lagunya.
Dibandingkan single religi solo Sigit sebelumnya, “Ramadan Raya” hadir dengan karakter yang lebih cerah dan enerjik. Proses penulisan lagu ini terbilang cepat, sekitar dua hingga tiga hari dan proses rekamannya pun berjalan lancar, meski harus berpacu dengan jadwal rilis menjelang Ramadan.

Untuk memperkuat nuansa ceria, Sigit Wardana menggandeng Acoy Rocker Kasarunk sebagai produser musik. Pilihan ini memberi warna berbeda pada aransemen, membuat lagu terasa lebih hidup dan komunikatif.
Tak hanya itu, Sigit Wardana juga melibatkan sahabat-sahabat terdekat serta sang istri dalam pengisian backing vocal. Hasilnya, “Ramadan Raya” terdengar seperti lagu yang dinyanyikan bersama bukan hanya oleh satu suara, tetapi oleh banyak rasa.
Semangat lagu ini berlanjut ke konsep video musiknya. Fransiscus Eko selaku co-executive producer menggambarkan video musik “Ramadan Raya” sebagai visual yang ceria, colorful, dan santai. Sigit Wardana tampil bernyanyi bersama band dalam suasana kasual, dengan outfit sederhana yang mencerminkan keseharian.
Video musik yang tayang pada 16 Februari 2026 ini dirancang untuk menjadi teman visual yang menyenangkan selama Ramadan dengan rasa ringan, tidak menggurui, dan dekat dengan realitas.

Bagi Sigit Wardana, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus selama sebulan penuh. Lebih dari itu, bulan ini adalah waktu untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan kembali terhubung dengan keluarga serta teman-teman lewat momen berbuka bersama.
Single “Ramadan Raya” yang dirilis oleh AFE Records kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Lewat lagu ini, Sigit Wardana menawarkan satu hal sederhana namun penting, yaitu soundtrack Ramadan yang ceria, hangat, dan penuh rasa kebersamaan seperti Ramadan itu sendiri. (sulis)

