IAWNews.com – Band pop The Chasmala yang beranggotakan Irfan Chasmala (keyboard), Denny Chasmala (gitar), dan Pieter Anroputra (vokalis) membuka tahun 2026 dengan merilis single terbaru berjudul “Cinta Tapi Terluka”, yang menjadi single kedelapan menuju album penuh mereka. Lagu ini menghadirkan nuansa patah hati yang dibalut aransemen megah bernuansa klasik, sekaligus menjadi penanda arah musikal The Chasmala ke depan.
Dijelaskan oleh Pieter Anroputra, bahwa pemilihan lagu sendu sebagai pembuka tahun bukanlah keputusan yang direncanakan secara khusus sejak awal. “Sebenarnya kami dari awal mindset-nya bukan single, tapi album. Kami menyiapkan song bank sekitar 10 sampai 12 lagu. Setelah diskusi bareng MyMusic dan produser lagu ini, Adigo Pindah, akhirnya kami sepakat memulai perjalanan album dari ‘Cinta Tapi Terluka’,” katanya pada acara Media Interview (21/01/2026), di Studio MyMusic Records, Jakarta Selatan.
Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian dari lagu ini adalah pembukaan aransemen yang terasa seperti orkestra, lalu perlahan masuk piano dan gitar melodi. Pieter Anroputra menjelaskan bahwa komposisi tersebut diramu dari motif nada utama lagu. “Nada yang paling sering muncul di lagu ini adalah dua bar pertama dari bagian reff. Itu yang kemudian kami pakai sebagai melodi intro, interlude, sampai refrein,” ujarnya.

Bagian string dalam lagu ini ditulis oleh Irfan Chasmala. Demo awal dibuat sebagai panduan, lalu dikembangkan lebih lanjut dengan sentuhan gitar dari Denny Chasmala. “Lima bagian string lainnya ditulis Irfan Chasmala, dan kami memang ingin string section ini terasa kuat sejak awal,” imbuh Pieter Anroputra.
Tak sedikit pendengar yang menyebut “Cinta Tapi Terluka” mengingatkan pada karya-karya Chrisye. Menanggapi hal tersebut, Pieter Anroputra mengaku bangga. “Kami bangga banget kalau dibilang seperti itu,” ucapnya singkat.
Sementara itu Denny Chasmala menjelaskan bahwa nuansa tersebut memang tidak lepas dari latar belakang musikal mereka. “Saya sudah rekaman dengan Erwin Gutawa sejak tahun 2000, Irfan juga sering main bareng. Kami tumbuh di era musiknya Chrisye. Jadi memang secara aransemen, kami ingin kembali ke grafik musik tahun 80–90-an, yang kaya harmoni dan intro manis. Sekarang sudah jarang, dan itu yang membedakan The Chasmala,” tuturnya.
Dari sisi vokal, Pieter Anroputra menambahkan bahwa karakter suara dalam lagu ini juga diarahkan secara khusus oleh Bumelto sebagai vocal director. “Dia yang menahan vibrato saya, menentukan bagian double track yang terasa ala Chrisye. Tapi menurut saya, ada juga sentuhan Bumelto-nya Pasto di situ,” ungkapnya.
Dalam proses rekaman, The Chasmala juga menggunakan sejumlah instrumen vintage untuk memperkuat karakter lagu. “Yang spesial, drum di lagu ini dimainkan langsung dan kami cari sound drum yang vintage. Kami pakai drum Ludwig, model lama seperti yang dipakai The Beatles,” kata Denny Chasmala.

Pieter Anroputra pun menyesuaikan permainan drumnya dengan karakter alat tersebut, sehingga nuansa klasik terasa menyeluruh. Selain itu, digunakan pula instrumen seperti sitar, mellotron, dan sound Rhodes, yang identik dengan era musik lama.
Ditambahkan oleh Denny Chasmala, seluruh gitar direkam dengan cara lama. “Semua gitar saya todong pakai ampli, bukan direct. Gitar akustik juga ditodong. Kami memang balik ke cara rekam tahun 80-an,” ujarnya.
Judul “Cinta Tapi Terluka” dipilih karena dianggap dekat dengan realitas banyak orang saat ini. “Banyak orang mencintai, tapi tidak menerima kenyataan bahwa mereka terluka. Isu patah hati lagi banyak terjadi. Jadi judul ini jadi bridging yang kuat,” kata Denny Chasmala.
“Kami nggak terluka, lagunya yang terluka,” imbuh Denny Chasmala sambil tertawa.
Single “Cinta Tapi Terluka” menjadi bagian dari proyek album penuh The Chasmala yang diproyeksikan berisi 10–12 lagu. “Kalau durasi sudah di atas 30 menit, itu sudah album. Mudah-mudahan tahun ini albumnya bisa rilis lengkap,” ujar Pieter Anroputra.
Kerja sama dengan MyMusic juga menjadi langkah strategis band ini. “Produksi dan distribusi kami sebenarnya paham. Tapi kami butuh partner muda yang mengerti cara komunikasi ke Gen Z. MyMusic punya kapasitas mengemas sesuatu yang oldies tapi terasa muda,” jelas Denny Chasmala.

Sepanjang 2026, The Chasmala akan fokus menyelesaikan album, melakukan promosi, dan menyusun setlist baru untuk penampilan off air. “Kami juga ingin mengumpulkan komunitas dan menjangkau pendengar usia 20–25 tahun. Kalau segmen ini kena, album bisa jalan panjang,” kata Denny Chasmala.
Soal kolaborasi, The Chasmala memilih untuk fokus pada kekuatan internal terlebih dahulu. “Kami bertiga baru mengeluarkan sekitar 20 persen ide musikal. Kalau nanti mentok, baru kolaborasi. Tapi kayaknya nggak mungkin mentok,” tutup Denny Chasmala.
Single “Cinta Tapi Terluka” tersedia di seluruh platform musik digital mulai tanggal 21 Januari 2026 dan music videonya bisa disaksikan di channel youtube MyMusic Records. (sat/tc)

