Categories Film & Musik

Mentari, Kolaborasi Akustik Yanzine dan Yanda Adi

IAWNews,com – Dalam dunia musik independen, tidak semua karya lahir dalam waktu singkat. Sebagian justru menemukan maknanya setelah melewati perjalanan panjang. Kisah inilah yang melatarbelakangi hadirnya single “Mentari”, proyek kolaboratif antara komposer Yanzine dan vokalis Yanda Adi yang kini resmi diperkenalkan kepada pendengar melalui format video lirik di YouTube.

“Mentari” pertama kali ditulis pada 2017 oleh Yanzine bersama Deden Daelami. Saat itu, lagu tersebut hanya sempat direkam sebagai versi panduan (guide) tanpa proses produksi lanjutan. Seiring berjalannya waktu, materi tersebut tersimpan hingga akhirnya kembali digarap ulang pada akhir 2026.

Mentari, Kolaborasi Akustik Yanzine dan Yanda Adi

Keputusan menghidupkan kembali lagu ini berangkat dari keinginan Yanzine untuk menghadirkan karya lama dengan perspektif musikal yang lebih matang. Ia kemudian merancang ulang aransemen dengan pendekatan akustik yang lebih sederhana namun emosional.

Proses rekaman dilakukan di All’s Syndicate Studio dengan melibatkan musisi dari komunitas Priuk. Salah satunya Ncek atau Rezha Saputra yang ikut berkontribusi dalam produksi.

Kehadiran Yanda Adi sebagai vokalis menjadi elemen penting dalam versi terbaru “Mentari”. Warna vokalnya yang lembut memberikan interpretasi baru terhadap lagu yang sebelumnya hanya berupa konsep awal. Nuansa akustik yang minimalis membuat emosi lagu terasa lebih dekat dan personal.

Mentari, Kolaborasi Akustik Yanzine dan Yanda Adi

Secara artistik, “Mentari” berbicara tentang fase kehilangan dan kerinduan yang dialami seseorang ketika sosok penting tidak lagi hadir. Liriknya menggambarkan suasana sunyi yang perlahan berubah menjadi penerimaan.

Simbol “mentari” hadir sebagai metafora cahaya harapan, sesuatu yang mungkin sempat hilang dari pandangan, namun tetap diyakini akan kembali. Repetisi chorus mempertegas perjalanan emosional dari kesedihan menuju kesadaran bahwa setiap rasa rindu adalah bagian dari proses kehidupan.

Pendekatan lirik yang lugas membuat lagu ini terasa universal, mampu mewakili pengalaman emosional banyak orang. Alih-alih langsung masuk ke berbagai platform streaming, Yanzine dan Yanda Adi memilih merilis “Mentari” terlebih dahulu dalam bentuk video lirik di YouTube. Langkah ini dilakukan sebagai eksperimen untuk membaca respons audiens secara langsung.

Respons yang diterima cukup positif, terutama dari pendengar yang mengapresiasi kesederhanaan aransemen dan kekuatan pesan lagu.

Mentari, Kolaborasi Akustik Yanzine dan Yanda Adi

Hadirnya “Mentari” menunjukkan bahwa musik bukan hanya soal rilisan baru, tetapi juga tentang perjalanan kreatif yang terus berkembang. Lagu yang sempat tertunda kini menemukan momentumnya, membawa emosi lama dalam kemasan yang lebih dewasa.

Melalui karya ini, Yanzine dan Yanda Adi menghadirkan sebuah refleksi musikal tentang rindu, harapan, dan keyakinan bahwa setiap karya seperti mentari akan menemukan waktunya untuk kembali bersinar. (sugon)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like