IAWNews.com – Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi berkelanjutan terus diperluas. Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi beroperasi di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2026), sebagai bagian dari penguatan layanan gizi berbasis komunitas.
Dapur MBG Jagakarsa menjadi dapur keempat yang dikelola Yayasan Nusa Berbagi dan difokuskan untuk melayani kelompok rentan, yakni anak usia sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Program ini dirancang untuk mendukung upaya pencegahan stunting, anemia, dan gangguan tumbuh kembang akibat kekurangan gizi.

Disampaikan oleh Gus Syafuddin selaku Ketua Yayasan Nusa Berbagi, bahwa pemenuhan gizi tidak hanya berkaitan dengan kecukupan makanan, tetapi juga kualitas asupan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan. Menurutnya, pendekatan gizi seimbang harus menjadi bagian dari layanan kesehatan dasar di tingkat komunitas.
“Intervensi gizi yang konsisten akan berdampak langsung pada daya tahan tubuh, tumbuh kembang anak, serta kesehatan ibu. Ini menjadi kunci dalam memutus mata rantai masalah gizi di masyarakat,” ujar Gus Syafuddin.

Dalam pelaksanaannya, Dapur MBG Jagakarsa bersinergi dengan Puskesmas Jagakarsa I untuk memastikan standar kebersihan, keamanan pangan, serta kecukupan nilai gizi dalam setiap menu yang disajikan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini dan pencegahan masalah gizi di wilayah tersebut.
Ke depan, layanan Dapur MBG juga direncanakan akan diperluas untuk menjangkau kelompok lanjut usia (lansia), sebagai bagian dari pendekatan kesehatan sepanjang siklus kehidupan. Langkah ini sejalan dengan upaya promotif dan preventif dalam sistem kesehatan masyarakat.

Dengan beroperasinya Dapur MBG SPPG Jagakarsa, diharapkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi semakin merata dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (saputra)

