
MAGELANG – IAWnews.com-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. bersama Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. resmi memimpin Upacara Wisuda Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian (Prabhatar) Tahun 2026 di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).
Di antara 1.944 taruna yang dilantik, putra daerah terbaik asal Bekasi, Andhika Aftana, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menembus urutan 8 besar dalam peringkat 10 teratas Prajurit Taruna (Pratar) Angkatan Darat (AD) Tahun 2026.

Andhika Aftana merupakan putra kandung dari Kolonel Inf (Purn) TNI AD Warna Sombart, yang saat ini aktif menjabat sebagai Ketua DPD Astacita Merahputih Center (AMC) Kerakyatan Bekasi Raya.
Rasa bangga dan haru mendalam disampaikan langsung oleh Kolonel Inf (Purn) TNI AD Warna Sombart atas pencapaian sang putra di lembaga pendidikan militer tertinggi tersebut.
“Walau tidak menjadi urutan pertama, bagi kami mendapat urutan teratas di 10 besar Pratar AD Tahun 2026 ini setidaknya sudah menjadikan kebanggaan yang luar biasa untuk keluarga,” ungkap Warna Sombart dengan penuh rasa syukur.Ia pun berharap pencapaian awal ini menjadi batu loncatan yang baik bagi masa depan militer putranya.

“Mudah-mudahan doa dan dukungan dari semua keluarga, saudara, serta teman-teman bisa menjadikan Andhika Aftana menjadi lebih semangat, disiplin, dan prestasinya selalu meningkat di segala bidang, utamanya dalam dunia militer yang sedang dijalaninya saat ini,” tambahnya.
Sebagai tokoh masyarakat yang memimpin DPD AMC Kerakyatan Bekasi Raya, Warna Sombart juga berharap keberhasilan Andhika dapat memotivasi generasi muda di Bekasi Raya untuk terus berprestasi dan mengabdi kepada bangsa dan negara.

Upacara integratif yang dihadiri oleh para Kepala Staf Angkatan dan pejabat utama TNI-Polri ini mewisuda 1.595 Taruna Akademi TNI dan 349 Bhayangkara Taruna Akpol. Mereka dinyatakan lulus setelah berhasil menyelesaikan Pendidikan Dasar Keprajuritan yang ketat selama dua bulan di Resimen Chandradimuka.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan bahwa tantangan masa depan yang kompleks seperti serangan siber dan disinformasi membutuhkan generasi baru yang adaptif, menguasai teknologi, serta kokoh dalam sinergitas TNI-Polri demi menjaga kedaulatan NKRI.

