IAWNews.com – Forum Komunikasi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (FKMWC-NU) Jakarta Pusat menggelar Istighotsah dan Doa Bersama sebagai ikhtiar spiritual dalam menyukseskan pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Minggu (19/7/2026). Kegiatan yang sarat dengan nilai religi dan tradisi Nahdliyin ini juga dirangkaikan dengan syukuran atas suksesnya penyelenggaraan Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Jakarta Pusat.
Suasana khidmat menyelimuti jalannya acara yang dihadiri Rois Syuriah PCNU Jakarta Pusat, Drs. KH. Mashuri, M.Sos., Ketua PCNU Jakarta Pusat Ustad Yusrul Hana, para kiai, tokoh agama, serta jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama se-Jakarta Pusat.
Lantunan istighotsah, dzikir, dan doa yang dipanjatkan bersama menjadi wujud ikhtiar batin yang telah lama menjadi tradisi Nahdlatul Ulama dalam mengiringi setiap momentum penting organisasi. Bagi warga Nahdliyin, doa bersama bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus penguat ukhuwah Islamiyah dalam mengemban amanah perjuangan.

Istighotsah yang digelar menjelang Muktamar NU ke-35 ini menjadi simbol harapan agar forum tertinggi organisasi tersebut dapat berlangsung dengan lancar, penuh keberkahan, serta menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara.
Ketua PCNU Jakarta Pusat, Ustad Yusrul Hana, menegaskan bahwa setiap langkah perjuangan Nahdlatul Ulama harus senantiasa dilandasi dengan doa dan permohonan pertolongan kepada Allah SWT.
“Muktamar NU ke-35 harus menjadi momentum untuk memperkuat khidmat Nahdlatul Ulama kepada umat, bangsa, dan negara. Melalui istighotsah ini, kami memohon kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian Muktamar diberikan kelancaran, menghasilkan keputusan yang membawa maslahat, serta melahirkan kepemimpinan yang amanah, bijaksana, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Ustad Yusrul Hana.
Ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menyambut Muktamar NU ke-35 dengan semangat persaudaraan dan menjaga soliditas organisasi.
“NU dibangun di atas semangat persaudaraan, musyawarah, dan pengabdian. Karena itu, mari kita sambut Muktamar dengan hati yang bersih, menjaga ukhuwah, serta terus menguatkan komitmen untuk melayani umat dengan penuh keikhlasan,” imbuh Ustad Yusrul Hana.

Sementara itu, Rois Syuriah PCNU Jakarta Pusat, Drs. KH. Mashuri, M.Sos., mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak doa dan munajat agar setiap proses yang dijalani Nahdlatul Ulama senantiasa mendapatkan bimbingan dan ridha Allah SWT.
Selain menjadi ikhtiar spiritual menyambut Muktamar NU ke-35, kegiatan ini juga menjadi ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya Konfercab PCNU Jakarta Pusat yang berjalan dengan baik. Momentum tersebut diharapkan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat soliditas pengurus Nahdlatul Ulama di Jakarta Pusat dalam menjalankan amanah organisasi dan pengabdian kepada umat.
Tradisi istighotsah yang mengakar dalam kehidupan Nahdliyin menjadi pengingat bahwa perjuangan organisasi keagamaan tidak hanya bertumpu pada ikhtiar lahiriah, tetapi juga harus diiringi dengan ikhtiar batin melalui doa dan dzikir. Nilai-nilai spiritual inilah yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Nahdlatul Ulama dalam menjaga Islam yang moderat, ramah, serta menjunjung tinggi persatuan bangsa.
Melalui kegiatan ini, FKMWC-NU Jakarta Pusat berharap Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung dengan aman, damai, dan menghasilkan kebijakan-kebijakan strategis yang semakin memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang konsisten menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, merawat persaudaraan kebangsaan, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia. (gocah)

