Categories Ekonomi Nasional

TEI ke-41 Jadi Momentum Indonesia Perluas Pasar Ekspor ke Kepulauan Solomon

IAWNews.com – Indonesia berupaya memperluas pasar ekspor dan membuka peluang investasi baru melalui penguatan kerja sama perdagangan dengan Kepulauan Solomon. Diversifikasi produk, promosi perdagangan, serta peningkatan hubungan langsung antarpengusaha menjadi langkah yang didorong pemerintah untuk memperbesar potensi ekonomi kedua negara.

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyampaikan peluang tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri, Tenaga Kerja, dan Imigrasi Kepulauan Solomon, Harry Kuma, di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (16/10). Pertemuan berlangsung di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Budi Santoso mengatakan, Indonesia melihat peluang besar untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Kepulauan Solomon. Penguatan hubungan tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan ekonomi yang lebih beragam dan saling menguntungkan.

“Kami ingin mendorong hubungan perdagangan yang semakin kuat, beragam dan saling menguntungkan, sekaligus membuka lebih banyak peluang kemitraan bagi pelaku usaha kedua negara,” ujar Budi Santoso.

TEI ke-41 Jadi Momentum Indonesia Perluas Pasar Ekspor ke Kepulauan Solomon

Menurutnya, perkembangan perdagangan kedua negara memberikan ruang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi pasar yang belum tergarap. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperluas penetrasi produk ekspor Indonesia, terutama produk turunan kelapa sawit, kopi, gula, dan pangan olahan.

Diversifikasi produk menjadi bagian penting dalam strategi perluasan pasar. Dengan memperkenalkan lebih banyak produk sesuai kebutuhan konsumen Kepulauan Solomon, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan daya jangkau ekspor sekaligus memperkuat posisi produk nasional di kawasan Pasifik.

Selain meningkatkan nilai ekspor, pemerintah Indonesia mendorong penguatan hubungan bisnis antara pengusaha kedua negara. Upaya ini dilakukan melalui promosi perdagangan, penjajakan bisnis atau business matching, pertukaran delegasi bisnis, hingga penyelenggaraan misi dagang.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha secara langsung untuk menjajaki peluang perdagangan, membangun jaringan distribusi, dan mengembangkan kemitraan investasi.

TEI ke-41 menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan kepentingan bisnis Indonesia dan Kepulauan Solomon. Kehadiran delegasi bisnis dari negara tersebut membuka kesempatan bagi pengusaha untuk mengenali produk, kebutuhan pasar, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Pemerintah juga mendorong agar interaksi bisnis tidak berhenti pada pertemuan selama pameran. Potensi yang teridentifikasi diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi antar pengusaha dan kerjasama konkret.

Untuk mendukung keberlanjutan hubungan perdagangan, Budi Santoso mengusulkan penjajakan dialog perdagangan antarpemerintah setiap dua tahun sekali.

TEI ke-41 Jadi Momentum Indonesia Perluas Pasar Ekspor ke Kepulauan Solomon

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi kedua negara untuk membahas hambatan perdagangan, mengidentifikasi sektor potensial, serta menindaklanjuti peluang bisnis yang muncul dari hubungan antarpelaku usaha.

Dalam pertemuan tersebut, Harry Kuma mengapresiasi sambutan Indonesia terhadap delegasi bisnis Kepulauan Solomon yang berpartisipasi dalam TEI ke-41.

Harry Kuma menyampaikan bahwa Kepulauan Solomon memiliki peluang untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia, termasuk dalam pengembangan sektor potensial dan peningkatan akses terhadap produk pangan serta perikanan.

Harry Kuma juga menyoroti pentingnya hubungan langsung antarpengusaha melalui kerja sama antara kamar dagang kedua negara. Menurutnya, forum bisnis dan fasilitasi pertemuan pengusaha dapat membantu membuka kemitraan baru sekaligus mendorong investasi.

Hubungan antarkamar dagang diharapkan menjadi penghubung bagi dunia usaha untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan pasar, peluang distribusi, serta potensi produk yang dapat diperdagangkan.

Dengan pemahaman pasar yang lebih baik, pelaku usaha kedua negara diharapkan mampu mengembangkan kerja sama sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, Kepulauan Solomon menempati peringkat ke-126 sebagai negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia dan peringkat ke-100 sebagai negara sumber impor nonmigas Indonesia.

Pada Januari–Agustus 2026, total perdagangan Indonesia dan Kepulauan Solomon mencapai USD 43,8 juta. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia sebesar USD 15,6 juta dan impor dari Kepulauan Solomon sebesar USD 28,2 juta.

Sementara itu, total perdagangan kedua negara sepanjang 2025 mencapai USD 40,8 juta, dengan ekspor Indonesia sebesar USD 26,8 juta dan impor sebesar USD 14 juta.

Produk ekspor utama Indonesia ke Kepulauan Solomon mencakup lemak dan minyak hewani atau nabati, olahan dari tepung, makanan olahan, tembakau, serta sabun dan preparat pembersih.

Adapun impor Indonesia dari Kepulauan Solomon meliputi bijih, kerak dan abu logam; kakao dan cokelat; mesin dan peralatan listrik; mesin-mesin dan pesawat mekanik; serta buku dan barang cetakan.

Perbedaan komposisi perdagangan tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat dibahas dalam upaya mengidentifikasi peluang pengembangan produk dan memperluas kerja sama ekonomi.

Melalui TEI ke-41, Indonesia mendorong agar potensi perdagangan dengan Kepulauan Solomon berkembang menjadi kemitraan yang lebih konkret. Penguatan promosi ekspor, perluasan jaringan bisnis, serta dialog perdagangan berkala diharapkan dapat memperluas akses pasar dan membuka peluang investasi bagi kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Budi Santoso didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Johni Martha dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi. (gons)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like