IAWNews.com – Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang tergabung dalam Bamus Betawi mendatangi alamat yang disebut sebagai Sekretariat Gerakan Pemuda Betawi Jaya (GPBJ) di Jalan Intan No. 1–5, RT 007/RW 002, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus klarifikasi dan pengecekan alamat menyusul beredarnya artikel di Kompasiana berjudul “GPBJ Siap Seret Persoalan Dana Hibah Bamus Betawi ke Kejaksaan dan KPK, Dinas Kebudayaan DKI Diminta Buka Semua Data!”
Rombongan terdiri dari perwakilan Ormas yang berada di bawah naungan Bamus Betawi, di antaranya Kembang Latar, Forkabi Satu Komando Bang Haji Ghony, Bang Ja’far, Pakta, SWJ, Kopi Jakarta, Hijab, serta gerceb, kita dan unsur Ormas lainnya.

Juru Bicara Ormas Bamus Betawi, H. Muhammad Supriadi alias Bang Culik, mengatakan kedatangan mereka bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus memastikan keberadaan sekretariat GPBJ sesuai alamat yang tercantum dalam berbagai informasi yang beredar.
“Hari ini kami berkumpul bersama pengurus Bamus Betawi dan perwakilan Ormas yang tergabung di dalamnya. Tujuan kami datang adalah untuk bersilaturahmi sekaligus mengecek langsung alamat Sekretariat Gerakan Pemuda Betawi Jaya (GPBJ),” kata Bang Culik.
Menurut Bang Culik setelah melakukan pengecekan di lokasi, rombongan tidak menemukan sekretariat GPBJ sebagaimana alamat yang tercantum. Mereka kemudian berkomunikasi dengan Ketua RT setempat, Ibu hj. Aliah, serta beberapa petugas keamanan di lingkungan tersebut.

“Dari hasil komunikasi kami dengan Ketua RT maupun petugas keamanan, mereka mengaku tidak mengetahui adanya sekretariat GPBJ di alamat tersebut,” ujar Bang Culik.
Dijelaskan oleh Bang Culik, bahwa pengecekan tersebut dilakukan agar informasi yang berkembang di ruang publik dapat diverifikasi secara langsung. Menurutnya, setiap organisasi yang menyampaikan pernyataan kepada publik sebaiknya memiliki identitas dan keberadaan yang jelas sehingga tidak menimbulkan polemik maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ditegaskan oleh Bang Culik, bahwa kedatangan rombongan bukan untuk mencari konflik, melainkan sebagai bentuk klarifikasi sekaligus memastikan fakta di lapangan. Menurutnya, penyelesaian setiap perbedaan pandangan harus mengedepankan komunikasi, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta semangat persaudaraan sesama masyarakat Betawi.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Culik juga mengajak seluruh elemen Ormas yang tergabung dalam Bamus Betawi untuk tetap menjaga soliditas organisasi dan memperkuat persatuan.

“Kami mengajak seluruh elemen Betawi untuk tetap bersatu, menjaga kekompakan, dan mengedepankan silaturahmi dalam menyikapi setiap persoalan. Jika ada perbedaan pendapat, mari diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan berdasarkan fakta,” tutur Bang Culik.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari respons Bamus Betawi terhadap dinamika yang berkembang terkait isu dana hibah. Pihak Bamus Betawi berharap seluruh proses klarifikasi dapat dilakukan secara terbuka, objektif, dan berdasarkan data yang valid sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. (tim/red)

